Menyerlah putih dan lembut
dalam cuaca redup, petang yang damai
gumpalan kapas yang sudah ranum
dalam lindungannya kita menyemai impian
dari waktu yang dibalut kegusaran.
Di sepanjang musim menuai
ada lagu beralun permai
lagu dari dataran, lagu dari keringat,
air mata, darah dan keluhuran
segar dibawa bayu desa
menyapa lalu mendewasakan kita.
Memori di bawah pokok kapas
kini gambarannya kian jelas
menyerlah putih dan lembut
sedang latarnya menguning semua
dalam lindungannya kita terus berdoa
semoga esok merumahkan sentosa.
.
Rifhan Rasuli, Oktober 2011
Georgetown
.

