Archive for September, 2008

Rumah Pagi

Sewaktu engkau bangun daripada lena

garisan cahaya menyuluh wajahmu –

matahari pagi.

 

Aku telah pun berada di sudut lain

di dalam rumah besar itu

melodi yang sayup kedengaran

dari samudera bergelora

menjengah ke tangkai hati kita

yang terbungkam melewati usia.

 

Di sebalik silauan itu,

aku berdiri menatap jendela kaca.

 

Pohon-pohon yang melambai

terlalu sempurna

angin damai yang membelai

terlalu sempurna

ombak yang memukul pantai

terlalu sempurna.

 

Dalam aku meragui kesempurnaan itu

sekali lagi, aku terpandang wajahmu

yang kemudiannya menghilang

di antara masa-masa renta.

 

 

Rifhan Rasuli, September 2008

Pekan, Pahang

Penulis Not Lagu

Lihat aku di sini

sedang menaip di laptopku

lihat, seperti seorang pemain piano, bukan?

cuma jari-jemariku

bukan menekan not-not lagu

tetapi, dengan pantas

menyusun aksara

puisi-puisi yang sedih, sunyi dan bodoh.

 

Seperti memetik nota muzik

rimanya menyelimuti sebatang tubuh kerdil

di bumi yang asing

agar kejanggalan itu berlalu

di antara silhouette dan suasana.

 

Seperti pemain piano

aku cuma mengharapkan apa yang kutulis

hidup

mempunyai hati

dan ‘rasa’.

 

 

Rifhan Rasuli, Ogos 2008

Pekan, Pahang