Archive for Mei 16, 2009

Angin Perubahan

wind curtain

Yang membangunkan aku

dari bibir peristiwa –

awan mendung, segala kejadian

manusia dalam kesibukannya

bangunan batu yang kian menyepi.

 

Dari belakang jendela

aku hanyalah seorang pemerhati

yang gementar untuk keluar

dari kepompong zaman

dari tempurung pemikiran.

 

Selama diri membenci perubahan

selagi itu, semakin terpencil

jiwa ditinggalkan oleh kejujuran.

 

Lalu ketika tingkap itu kubuka,

angin baru menerpa

bagai menggapai kesaksian

langit membiru

yang sering tersenyum.

 

 

Rifhan Rasuli, Mei 2009

Dublin

 

p/s: Sounds like Wind of Change… bleh, not a big deal, my favourite song anyway.

Advertisements