Archive for Mac, 2011

Hujan Radiasi

Hujan radiasi mencecah ke bumi
bersama tompokan rengsa
berlinang titisan duka
pada sebuah tembok luntur
di tengah kota disalut lumpur.

Di bawah lebat tempias menyambar
air mata tidak terzahirkan
meski pada manusia kecil, ia mengalir deras;
kebenaran tidak diceritakan
oleh bibir manusia besar
yang masih tersenyum menghitung untung.

Hujan radiasi menerpa ke bumi
memenuhi lopak dan becak, sepertimana
ia mengisi poket para saudagar
yang memberikan nilai kepada nyawa
dan terus meratah setiap jiwa.

 
Rifhan Rasuli, Georgetown
Mac 2011